SIAPA DIA
SEBENARNYA...?
Sunday, January 27, 2013
Cerita Misteri
Pagi-pagi sekali,Aldo sudah sampai di sekolahnya dengan
sepeda kesayangannya yang berjarak sekitar 500 m dari rumahnya.Pagi ini,cuaca
agak gerimis.Sehingga,dengan cepat-cepat di dorongnya gerbang sekolah yang
terbuat dari kayu berderit setiap kali di gerakkan oleh siapapun.”Aneh,kenapa
Pak Jodi jam segini belum muncul juga?”ketus Aldo sambil memakirkan
seedanya.Ya,memang.Pak Jodi biasanya sudah lebih pagi dahulu di SMP Anak Bangsa
untuk mengurusi kebun sekolah itu.Walaupun rajin,Pak Jodi kurang disukai oleh
anak-anak SMP itu.Katanya sih,karena Pak Jodi itu,tampangnya
gendut,pendek,rambutnya botak,tapi kumisnya tebal.Dan juga,ditambah Pak Jodi
terkenal galaknya.Apalagi kalo anak-anak SMP itu membuang sampah
sembarangan.Tapi,menurut Aldo,itu bukannya galak,tapi itu tegas atas kebersihan
sekolah nya.Mmmm,,,kembali ke Aldo.
Seperti biasa,Aldo menuju ke koridor di dekat
kelasnya.Biasanya,dia suka menunggu teman-temannya sambil membuka laptop untuk
connect dengan internet.Keanehan terjadi lagi.Yang biasa nya koneksi internet
nya sangat cepat,kali ini putus-putus.”Ciih...kenapa sih ni?gak kayak
biasanya.Ah,udahlah.Mungkin sinyalnya aja yang lagi jelek.Kalo engga,WIFI nya
aja yang lagi error.”gumam Aldo.Terpaksa,Aldo menutup laptop nya dan memutuskan
untuk berjalan-jalan mengitari sekolahnya yang sudah berdiri selama 131 tahun
ini dan mempunyai banyak misteri.
Ketika melewati gerbang sekolah,akhirnya teman-temannya ada
yang datang juga,namanya Christin,Amir,dan Clara.
”Eh,trio macan pun datang juga.”ledek Aldo.
”Apaan sih Trio Macan,Trio Macan segala.Gue gentle
tau.”timpal Amir dengan gaya sok jago nya.
”Udah-udah.Mending kita sekarang ke kelas aja yuk.Dingin
nih disini.Gerimis lagi”ajak Christin.
“Eh..eh...jangan dulu.Kita muter-muter sekolah ini dulu
aja.Aku penasaran sama gedung sekolah kita yang sudah tua ini”kata Aldo.
“oke deh...”jawab Amir,dan Christin.Tapi,daritadi Clara
tidak bicara satu patah kata pun.
“Clara,kamu udah sehat?kan kemarin kamu abis jatuh dari
sepeda.”tanya Aldo.
“Udah kok.Aku udah mendingan.”jawab Clara dengan suara yang
agak berbeda
Aldo
melihat penampilan Clara hari ini.Dia kan anak orang kaya,tapi kok,dia keliatan
lusuh banget hari ini.Apalagi seragam OSIS yang digunakan nya kelihatan putih
bercampur coklat.Dan,biasanya dia periang,harum,dengan rambut terurai
rapi,sekarang terlihat sedih,bau melati,dan rambut agak
acak-acakan.”Ah,sudahlah.Mungkin hanya perasaan ku saja”ucap Aldo dalam hati.
Mereka
berempat jalan-jalan dengan percakapan yang riang.Clara hanya senyum-senyum
kecil mendengar humor teman-temannya.Akhirnya,mereka sampai di kelas pojok
belakang yang sangat suram.Kelas itu 9H.Tapi,biasanya kelas itu ditutup sangat
rapat sehingga siswa angkatan ini belum pernah ada yang melihat isinya.Dan,baru
kali ini mereka ber empat bisa menyaksikan sendiri suasana kelas suram
itu.Ternyata ada 26 bangku dan 13 meja.Di belakang terdapat sebuah guci yang
entah apa isinya,yang pasti bau menyan disana.Di langit-langit belakang
ditumbuhi tanaman rambat yang sangat lebat.Tiba-tiba,mereka terdiam seribu
basa.Mereka teringat dengan cerita-cerita kakak kelas yang katanya ada
peristiwa seorang siswi yang meninggal di sana tanpa ada yang tau penyebabnya.
Mereka melihat-lihat hanya dari pintu pintu kelas itu.
“Mmmm,,,ki..kita..co..co..ba ma...ss..suk yuk !”Kata Aldo
sambil terbata-bata.
“Idih....apaan sih,Do.Kita kan cewek.Punya rasa takut
juga”timpal Christin.
“Yaudah.Kamu sama Clara tunggu aja di luar.Aku sama Amir
mau cek dulu ada apa.”Suruh Aldo.
“Oke..oke.”jawab Christin.
Aldo
dan Amir pun masuk dengan perlahan-lahan.Entah kenapa Aldo ingin sekali masuk
kesana.Seperti ada medan magnet yang menariknya.Di luar,Christin mengajak duduk
Clara yang daritadi pucat.Ketika Christin menanya-nanya soal kejadian
kemarin,dan soal kelas 9H itu,Clara hanya menjawab dengan anggukan dan
gelengan.Dan ketika Christin bertanya....
“Kamu tau cerita penunggu di kelas ini?”
Tiba-tiba,Clara memegang erat tangan Christin.
“Eh,apa-apaan kamu?”bentak Christin.
Dan Clara langsung melepaskan genggamannya.Dia tiba-tiba
menangis tersedu-sedu tanpa sebab dan menutupinya dengan telapak tangannya.
“Clara?kamu kenapa?maafin aku ya...”tanya Christin.
Ketika Christin membuka tangan Clara,ternyata Clara
mengeluarkan air mata darah.Christin pun langsung menahan teriakannya.Ia
langsung mengusap menggunakan sapu tangannya agar tak terlihat oleh Aldo dan
Amir.
Aldo
maju duluan untuk menghilangkan penasarannya.Mereka berdua tersentak kaget
setelah melihat darah kering yang menempel di tembok kelas itu.Dan.....ketika
mereka membuka isi lemari di belakang kelas,isinya adalah sebuah guci,semangkuk
bunga mawar,dan kerangka manusia disertai darah kering dengan bau yang sangat
menyengat.Mereka berdua langsung membalikkan badan,dan mereka tidak menyadari
kalau ada sesosok hitam di pojok ruangan.Mereka berdua langsung lari
terbirit-birit untuk segera meninggalkan kelas itu.Mereka terengah-engah di
depan Clara dan Christin.Aldo dan Amir tidak berani bercerita apa yang telah
mereka alami.Bisa-bisa,teman perempuannya gak mau jalan-jalan lagi.Clara hanya
mengikuti dibelakang mereka bertiga.Tapi,tiba-tiba Clara tersenyum kecil tanpa
sepengetahuan teman-temannya.
Mereka
akhirnya melanjutkan penelusurannya.Mereka melewati sebuah lorong sekolah yang
sangat asing bagi mereka.Suasananya sangat mencekam dan sangat gelap.Tapi,Clara
yang berdiri dibelakang berkata dengan lantang berkata..”SELAMAT DATANG
TEMAN-TEMAN DI ALAMKU”
Aldo,Amir,dan Christin melongo ke belakang.Tapi,mereka tak
menjumpai Clara di belakang mereka.Lalu siapa dia sebenarnya?Tiba-tiba di hadapan
mereka dijumpai sesosok makhluk tinggi,besar,kulitnya kuning,dengan mata
merah,dan kepala berlumuran darah dengan membawa sebilah pisau.Tapi,Christin
lalu mengeluarkan salib di sakunya dan mulai membaca doa menurut agamanya.Amir
pun juga demikian.Ia terkenal kepandaian agamanya.Ia melantunkan ayat kursi dan
beberapa surat-surat lainnya.Tapi,makhluk itu malah semakin mendekati mereka
bertiga.Dan,Amir merasa tidak kuat menahan energi sosok itu.Aldo dan Christin langsung
berlari sekuat tenaga menuju kelas mereka.Tapi,mereka merasa kelas mereka jauh
sekali.Mereka malah bingung mencari jalan,seperti masuk ke lorong labirin.Dan
ketika mereka berlari,mereka terpleset oleh darah yang melumuri koridor
sekolah.Dan,akhirnya ada yang datang juga...Pak Jodi dengan suasana yang beda.
”Selamat pagi anak-anak..!kalian sudah datang dahulu
ya?Maaf,bapak tadi kesiangan,karena tadi malam bapak sibuk berbincang dengan
orang yang tinggi,besar,kulitnya kuning.Dia katanya mau mampir sini,karena
sudah waktunya dia kembali.Saya sih tidak mengerti apa maksudnya.”kata Pak
Jodi.
Aldo,dan Christin pun tercengang apa yang dikatakan Pak
Jodi.
“Eh,kenapa nak
Amir?ayo dibawa ke UKS”kata Pak Jodi.
“Pak,tunggu.Sebelumnya,saya
mau tanya dahulu.Siapa orang yang berbincang dengan anda?”tanya Christin dengan
penuh keheranan.
“Setahu saya,dia namanya Cornellis van Djerick.Dia
keturunan Cina-Belanda.Tapi,saya bingung nya nih nak Christin,kenapa dia orang
Belanda bisa sampai sini?.Saya berpikir,memang dulu pernah ada satu siswi yang
mati tanpa sepengetahuan siapapun.Dia ditemukan wafat di kelas 9H.Dan,ada
seorang Belanda yang berkhianat kepada negaranya dan membela Indonesia.Lalu,ia
dihukum pancung,di lorong sekolah ini.”jelas Pak Jodi
“Jangan-jangan
pak.....Tadi,kami juga bertemu dengan beliau juga pak.Tapi,dia disertai kepala
berlumuran darah.Dan...O,iya.dimana Clara?”tanya Aldo.
“Nak Clara?bukannya dia baru masuk rumah sakit tadi
pagi?Kata ibunya,dia jatuh dari tangga rumahnya,karena ia merasa seperti ada
yang mendorongnya.”jelas pak Jodi.
Christin
dan Aldo pun akhirnya meninggalkan pak Jodi,karena merasa merinding mendengar
cerita Pak Jodi.Dan Amir digendongnya masuk kelas saja.
Di kelas.....
“Anak-anak,tolong ya mengumpulkan uang untuk Clara.Tadi
pagi,jam 03.00 ia dibawa ke RS Harapan.Dia telah jatuh dari tangga”tutur Bu
Yanti.
“Loh....Christin
!Amir ...!”panggil Aldo kepada sahabatnya.
“Clara gak masuk?lalu.....siapa dia sebenarnya?”tanya
Christin bingung.
“Udah gini.Kita lupakan saja kejadian itu.Bisa aja,Clara
tadi adalah suatu eksistensi siswi yang bunuh diri dulu,bahwa dia memang
benar-benar ada.Kita berdoa saja biar kita diberi perlindungan oleh Tuhan
YME.”nasihan Amir.
“oke deh Pak Ustadz,,,,,hahahaha”tawa Christin dan Aldo.
Labels:
CerMis
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Wooww....lumayan serem...
ReplyDelete